Pelajaran Strategi Inovasi dari APPLE – Sang Inovator Sejati


Pelajaran Strategi Inovasi dari APPLE – Sang Inovator Sejati

Kalaulah kita hendak mendulang sebuah eksemplar yang nyaris sempurna tentang INOVASI, maka perusahaan Apple mungkin pilihan yang tak terelakkan. Hampir semua perusahan di dunia, termasuk pesaingnya Sony, Nokia dan Micorosoft, dipaksa untuk terkesima menyaksikan serangkaian inovasi nan brilian yang diracik oleh perusahaan dari Menlo Park, California ini.  Itulah kenapa penting untuk mencoba menggali pelajaran inovasi yang telah dipatrikan oleh Apple : sebuah perusahaan yang kini tercatat sebagai perusahaan paling mahal di dunia (mengalahkan market value Microsoft, IBM dan Exxon). Disini kita mau mencoba memetik tiga pelajaran inovasi penting yang layak direnungkan.

Image result for apple innovation war

Pelajaran Inovasi # 1 : User Experience is Everything. Para penggila produk-produk Apple (entah itu berupa Mac, iPod, iPhone ataupun iPad) mungkin punya alasan penting mengapa mereka cinta banget dengan gadget mereka : deretan gadget itu sangat user friendly, dan selalu mampu menciptakan “user experience” yang mak nyus. Dengan kata lain, segenap produk inovatif itu selalu bisa memunculkan WOW experience.  Dalam konteks user experience itu, kita lalu juga mengenai kredo lain dari Apple : keep it simple, stupid. Selalu ciptakan produk/solusi yang simple namun elegan, minimalis dan tidak ribet  (Anda bisa melihat ideologi minimalis ini pada semua desain mereka). Sekarang, coba pikirakan bisnis atau pekerjaan yang tengah Anda tekuni : bayangkan inovasi apa yang bisa Anda racik, namun tetap berfokus pada user experience; simpel di-operasikan, dan mampu menciptakan efek WOW. Can you find one in your business situation?

Pelajaran Inovasi # 2 : Acapkali, pelanggan bukan sumber terbaik bagi munculnya inovasi. Sering konsumen memang tidak tahu apa yang mereka butuhkan, sampai produk/solusi itu tiba-tiba muncul di depan mata. Dalam sebuah majalah bisnis, Steve pernah bilang : a lot of times, people don’t know what they want until you show it to them.  Dengan kata lain, kepekaan untuk meracik sebuah produk/solusi yang melampaui kebutuhan pelanggan saat ini, merupakan salah satu elemen penting untuk menciptakan inovasi yang sukses. Walkman tidak muncul dari riset pelanggan. Demikian juga sepeda motor Honda (ketika muncul pertama kali), iPod, digital camera, dan banyak produk legendaris lainnya. Itulah kenapa sebagai praktisi bisnis atau pekerja kreatif, kita mungkin digedor setiap saat untuk bisa membaca tren masa depan, bahkan sebelum gejala itu menjadi tren. Kita didorong untuk mampu meracik produk/jasa yang kira-kira bisa menjadi solusi ampuh bagi kebutuhan masa depan pelanggan.

Pelajaran Inovasi # 3 : Never Underestime the Power of Passion .
Dalam pidatonya yang menggetarkan di Stanford University, mendiang Steve Jobs pendiri Apple, pernah bilang : sebuah great products/solution tak akan pernah mungkin muncul tanpa dilekati dengan passion dari para kreatornya.
Semua dari kita akan mati, demikian Steve pernah bilang, dan sungguh akan sia-sia jika sepanjang hidup kita hanya mengerjakan something that we don’t love to do. “There is no reason not to follow your heart,” ia kembali bertutur.
Pesannya jelas : sebuah inovasi untuk memunculkan beragam produk/layanan yang legendaris hanya akan muncul kalau ia dibentangkan diatas kegairahan yang memuncak dan intens.  Kreativitas hanya akan muncul if we really love what we do – if we have passion on our journey.

Demikianlah tiga pelajaran inovasi penting yang bisa kita rajut dari Apple – sang dewa inovasi.
Pada akhir tulisan ini, saya mau menutupnya dengan sebuah slogan pendek dan sederhana yang juga disampaikan oleh Steve Jobs ketika a menutup pidatonya di Stanford. Slogan pendek penuh makna itu berbunyi seperti ini : Stay Hungry. Stay Foolish. Tetaplah merasa lapar (dan tidak pernah berpuas diri untuk mengejar yang terbaik). Tetaplah merasa bodoh (dan terus mau belajar sepanjang hidup). Jadi, mari bersama-sama kita bisikkan kembali slogan yang amat menggugah ini : STAY HUNGRY. STAY FOOLISH.

th

Yodhia Antariksa , Innovation War : Yang Terluka dan Gugur di Medan Laga

Share it !Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone